BULAN PUNYA BAU SEPERTI MESIU

Hai Liders! Ketika memikirkan tentang bulan, apa hal pertama yang Liders pikirkan? Dari banyaknya pikiran yang terlintas tentang bulan, pernahkah Liders bertanya-tanya, seperti apa aroma yang tercium di bulan? 

Ketika para astronot Apollo kembali ke dalam pesawat setelah berjalan di permukaan Bulan, mereka mencium aroma aneh di pakaian mereka, mirip bau mesiu yang baru ditembakkan. Bau itu berasal dari debu Bulan yang sangat halus dan reaktif ketika bersentuhan dengan udara di pesawat. Debu bulan atau regolith merupakan material halus yang menutupi permukaan bulan. Debu bulan terbentuk dari tabrakan mikrometeorit, angin matahari, dan proses vulkanik yang memerlukan waktu miliaran tahun.

Harrison Jack Schmitt, salah satu astronout dalam misi Apollo mengatakan, "Yang bisa saya katakan adalah bahwa kesan sekilas setiap orang tentang baunya adalah seperti mesiu." Ia yakin bahwa astronaut lain yang menginjakkan kaki di bulan juga akan mencium bau yang sama. Ilmuwan mengatakan, bau khas itu disebabkan disintegrasi batuan basal dan anorthosit. Disintegrasi itu sendiri disebabkan oleh tumbukan meteorit pada masa lalu. Bau khas itu bisa bertahan lebih lama di bulan karena kandungan oksigen yang hanya 43 persen. Tapi sayangnya debu bulan belum bisa diuji dan diteliti karena sampel debu bulan yang dibawa kembali ke bumi dari bulan jadi tidak berbau. Para ahli menyimpulkan apa pun yang menyebabkan bau dari debu bulan, seperti laporkan astronaut Apollo, pasti bersifat sementara. Debu bulan juga sangat korosif, karena mengandung silikat, oksida besi, dan aluminium. Mineral-mineral ini terpecah menjadi partikel kecil, dengan diameter rata-rata sekitar 100 mikrometer.

Walau belum bisa dibawa ke Bumi untuk diuji secara aman, banyak astronot menggambarkan aromanya “tajam, seperti logam atau mesiu”. Jadi, kalau suatu hari kamu mencium bau mesiu tanpa suara tembakan… mungkin kamu sedang bermimpi jalan di Bulan! 🌝

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA KITA SERING NGERASA PERNAH NGALAMIN HAL YANG BARU TERJADI?

ANTOLOGI CERPEN DAN PUISI: BAIT DAN NARASI JURNALISTIK

MADU SI MANIS ABADI: FAKTA DIBALIK KETAHANANNYA YANG TAK LEKANG WAKTU