Kerusuhan Di Kanjuruhan Yang Menyebabkan 100 Orang Lebih Tewas, Tagar PrayforKanjuruhan Menjadi Trending Topik Dunia



Diawal bulan Oktober ini masyarakat mendapatkan musibah, berita duka datang dari dunia persepakbolaan. Tragedi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022 ini menyebabkan ratusan korban meninggal dunia dan luka luka. Dilansir bahwa selama pertandingan berlangsung tidak ada permasalahan, namun tragedi ini berawal dari para penonton atau fans arema mengalami kekecewaan karena tim kesayangannya kalah bertanding di kandang sendiri.

Para Aremania ini nekat turun ke lapangan dan berusaha mencari pemain alih alih ingin melampiaskan kekecewaaannya. Para petugas keamanan berusaha mengembalikan keadaan tenang kembali namun tidak berhasil karena jumlah penonton yang turun ke lapangan sudah sangat banyak, lalu petugas keamanan akhirnya menembakkan gas air mata karena tindakan sudah anarkis. Penonton lain pun ikut panik karena kerusuhan tersebut, ditambah ditembakkanya gas air mata ke tribun.

Gas air mata sendiri berasal dari gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata atau sistem pernapasan. Dampak dari gas berbahaya ini adalah rasa panas dan berair dimata, kesulitan bernapas, nyeri dada, air liur berlebihan, iritasi kulit, dan dapat menyebabkan muntah. Para supporter lalu berbondong-bondong keluar stadion. Pintu keluar stadion yang kecil membuat para penonton yang sudah panik ini berdesakan ingin keluar stadion, banyak yang sesak napas bahkan terinjak injak. Hal ini yang diduga menyebabkan banyaknya korban yang tidak selamat. Hal ini juga disebutkan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, beliau mengatakan “Terjadi penumpukan didalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas kekurangan oksigen.”

Jumlah korban jiwa tragedi kanjuruhan update per pukul 14.12 WIB Dari Wagub Jatim Emil Dardak, korban tewas mencapai 174 orang, 11 orang luka berat. Selain itu, 298 orang lainnya luka ringan, dan ada 2 orang anggota polisi yang turut menjadi korban.

Masyarakat Indonesia hingga kini terus membicarakan topik ini secara langsung ataupun dimedia sosial. Tidak hanya itu berita duka ini sudah mendunia, banyak orang luar negeri yang merasa simpati terhadap duka yang dialami Indonesia ini. Kekhawatiran lainnya muncul dari kalangan penggembar sepak bola Indonesia, bahwasannya sepak bola Indonesia akan mendapatkan sanksi yang besar dari FIFA.

Banyak yang masyarakat yang gelisah menyalahkan pihak keamanan dan tak sedikit pula yang menyalahkan supporter yang bersifat anarkis, jadilah supporter yang dewasa dan bijak dengan tidak bertindak semaunya. Orang lain dari anak kecil bahkan sampai lansia bisa menjadi korbannya, bahkan fasilitas stadion pun rusak. Begitu pula dengan pihak keamanan yang harus berhati hati atas tindakan yang akan dilakukannya.

Sepak bola yang bersih pun tidak layak membuat seorang ibu menangis karena anaknya tewas sia-sia, apalagi sepak bola yang kotor dan penuh kebusukan!” – Najwa Shibab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KENAPA KITA SERING NGERASA PERNAH NGALAMIN HAL YANG BARU TERJADI?

ANTOLOGI CERPEN DAN PUISI: BAIT DAN NARASI JURNALISTIK

MADU SI MANIS ABADI: FAKTA DIBALIK KETAHANANNYA YANG TAK LEKANG WAKTU