Bencana Banjir di Kalimantan Selatan
BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN
Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lapan M. Rokhis Khomarudin mengatakan, pengamatan curah hujan dengan data satelit Himawari-8, menunjukkan bahwa liputan awan penghasil hujan terjadi sejak 12 Januari hingga 13 Januari, dan masih berlangsung hingga 15 Januari 2021.
Curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, mengakibatkan banjir yang menggenang cukup dalam. BMKG sendiri memprediksi Kalimantan Selatan berpotensi akan terus diguyur hujan lebat. Sehingga, BMKG mengkategorikan Kalimantan Selatan dengan status siaga.
Di samping itu, data dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, banjir berdampak pada 17 ribu kepala keluarga dan 65 ribu jiwa. Banjir sendiri, tersebar di lima kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarbaru.
Namun, dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tergenang banjir yang cukup parah. Praktis, aktivitas masyarakat setempat terancam lumpuh. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah, karena luasnya sebaran banjir di wilayah ini.
Bahkan, akibat dari banjir, akses jalan utama antar kota antar provinsi di Desa Bawahan Pasar, Kabupaten Banjar terputus. Ini mengancam arus lalu lintas yang kerap kali hilir mudik baik dari Banjarmasin menuju kawasan Hulu Sungai dan provinsi tetangga yaitu Kalimantan Timur maupun sebaliknya.



Komentar
Posting Komentar